Thursday, October 13, 2016

Peculiar Children Save Miss Peregrine

 
MISS PEREGRINE'S HOME FOR PECULIAR CHILDREN
[★★★☆☆]
 
 
 
 
 Mumpung mood menulis lagi baik, saya akan mereview film lagi. Baru kemaren Minggu juga saya nonton filmnya. Miss Peregrine's Home For Peculiar Children. Film fantasy yang sedang diputar di jajaran bioskop. Cukup menghibur dengan scenario yang ringan dari adaptasi novel karangan Ransom Riggs.

***
 


Miss Peregrine adalah seorang Ymbrynes, yaitu seseorang yang berkekuatan lebih yang bisa merubah dirinya menjadi seekor burung dan dapat mengatur lingkaran waktu dimana dia. Dia hidup di Pulau Wales, dengan menampung anak-anak istimewa berkebutuhan khusus di rumah megahnya. Lingkaran waktu mereka adalah tanggal 3 September 1943. Ymbrynes dapat memutar waktu di hari yang sama selamanya. Jadi, kehidupan mereka sebenarnya sama setiap harinya, tapi alurnya bisa saja mereka ubah setiap hari.
 
The Peculiar Children
 
 
 
 
Oke kita kenalan dulu sama anak-anak istimewa ini:

§  Jacob Portman atau sering dipanggil Jake
Bocah usia ± 16 tahun ini adalah karakter utama di dalam cerita, yang memiliki kelebihan dapat melihat monsters atau makhluk astral tak kasat mata lainnya.

§  Emma Bloom
Kekuatan bocah ini adalah udara. Tubuhnya ringan, dan saking ringannya dia selalu pakai sepatu besi. FYI, Emma ini dulu adalah kekasih Abe, kakek dari Jacob Portman.

§  Abraham Portman alias Abe
Adalah kakek Jake. kelebihannya sama dengan cucunya, dapat melihat monsters atau makhluk astral tak kasat mata lainnya. Abe memutuskan untuk keluar dari lingkaran waktu dan meninggalkan Emma, dan melanjutkan hidup menjadi seorang dewasa hingga tua.

§  Bronwyn Bruntley
Bocah cilik yang kekuatannya menyamai Hercules. Bronwyn mempunyai saudara laki-laki bernama Victor. Yang dari awal cerita, memang Victor ini sudah diceritakan terbujur kaku.

§  Victor Bruntley
Sama seperti adik perempuannya, Victor juga memiliki kekuatan yg Hercules. Strooooooong. Sayang, anak ini diceritakan mati dari awal.

§  Enoch O'Connor
Ini anak istimewa, kayak debus. Bisa menghidupkan orang mati dengan mengontrol dari pikirannya saja. Di pertengahan film, Enoch terlihat sangat cemburu dengan Jake karna kedekatannya dengan Emma, namun pada akhirnya Enoch tau siapa yang sebenarnya ada di hatinya.

§  Horace Somnusson
Penampilannya trendi dan rapih. Pakaiannya seperti layaknya bangsawan, suit and tie bahkan dengan topi. Kelebihannya mungkin adalah inspirasi dari wujud projector masa kini.

§  Fiona Frauenfeld
Bocah lucu ini anti racun dan kelebihannya dapat menghidupkan tanaman hanya dengan sentuhan tangan.

§  Hugh Apiston
Ini yang paling pelik. Hidupnya berdampingan dengan banyak lebah di dalamnya. Dia bisa mengontrol lebah untuk menjadi senjatanya saat kondisi genting.

§  Millard Nullings
Dia tidak terlihat. Wujudnya hampa, tembus pandang. Tapi dia selalu berpakaian lengkap, sehingga sering terlihat menyeramkan bagi manusia umum.

§  Olive Abroholos
Kekuatannya api, dia selalu memakai sarung tangan. Karna sentuhannya bisa mengeluarkan api walopun hanya sentuhan kecil sekalipun.

§  Claire Desmnore
Kelebihannya aneh. Memiliki mulut satu lagi dengan ukuran besar dan terlihat menyeramkan di bagian belakang kepala dan tertutup rambut curlynya.

§  The Masked Ballerina
Si kembar ini selalu memakai baju yang menutupi seluruh tubuhnya. Ternyata alasannya karna tatapan mata dan raut wajahnya bisa mengubah siapapun yang melihat berubah menjadi batu. Exactly, seperti Medusa.
 





Dari kesemua karakter itu, mereka adalah anak asuh kesayangan Miss Peregrine, bahkan Victor yang sudah mati sekalipun. Mereka melawan musuh dengan saling tolong menolong, saling membantu dan toleransi, membebaskan Miss Peregrine yang di ceritanya ditangkap oleh sang musuh untuk menjadi tumbal para Peculiar jahat.
Menurut saya film ini terlalu halusinasi dan imajinatif. Namun, banyak scene-scene jenaka yang ringan bisa membuat kita terhibur selama menonton film berdurasi kurang lebih 2 jam ini. Selain Eva Green dan Asa Butterfield yang menghiasi karakter-karakter di dalamnya, kita juga akan berjumpa lagi dengan Samuel L Jackson yang berperan sebagai Barron, tokoh jahat yang menculik Miss Peregrine.
 
Mungkin, beda novel, beda pula filmnya. Sayangnya, saya belum ada ketertarikan mencoba baca novelnya. So, is it worth to watch or not? I say, 50:50.
 
Complete Team
  
 
 

 

Sunday, October 09, 2016

Oh, Judah!


BEN-HUR
[★★★★☆]



Setelah kira-kira sejak Juli kemaren saya terakhir review film, sekarang mumpung masih hangat saya akan mencoba membuat review mengenai film Ben-Hur. Jarak antara bulan Juli sampai Ben-Hur ini bukan berarti saya tidak nonton film sama sekali, tapi karna saya akhir-akhir ini tidur/ketiduran di tengah-tengah film yang saya tonton :b capek pak buk!


Judah Ben-Hur. Adalah seorang bangsawan Yahudi yang terhormat yang tinggal di tanah Jerussalem. Tinggal dengan seorang ibunya, adek perempuannya dan seorang saudara angkat dari Roma bernama Messala Severus. Awalnya kehidupan mereka baik-baik saja, berdampingan meski Tuhan mereka berbeda. Saling menopang jika salah satunya terjatuh, saling mendukung jika si saudara benar. Sampai akhirnya setelah perayaan kembalinya kesehatan Judah setelah jatuh dari berkuda, perselisihan Judah dan Messala dimulai, dan Messala memutuskan kembali ke Roma untuk menjadi seorang prajurit.

Diketahui di film ini diceritakan bahwa Roma kala itu sedang memperluas daerah kekuasaannya di bawah kejayaan Julius Caesar dengan melawan, menjajah, membunuh para pembelot kekuasaan Roma, termasuk kaum Zelot (Zelot adalah kaum Yahudi yang dianggap memberontak karena menginginkan kebebasan tanah Israel). Dan karir seorang prajurit Roma bernama Messala Severus gemilang tanpa diduga sebelumnya. Messala diangkat menjadi seorang Kapten di tengah-tengah peperangannya. Messala si anak miskin itu menjadi Kapten yang diagung-agungkan oleh Negaranya.

Messala datang kembali ke Jerussalem menemui Judah dengan hati gembira di awal, membuat kesepakatan dengan Judah agar Judah dapat membujuk kaum Zelot untuk tidak memberontak saat kaum Roma datang. Namun, tak disangka, salah satu Kaum Zelot itu memberontak dengan mengarahkan anak panah ke salah satu petinggi Militer Roma saat berjalan-jalan di daerah kekuasaan Keluarga Ben-Hur.

Rodrigo Santoro as Jesus, is best view on movie!
Judah yang malang, karna adanya si pembelot tadi, diceritakan ia mengalami tempaan hidup luar biasa setelah mendapatkan hukuman sebagai budak kayuh kapal hingga akhirnya bertemu dengan Sheikh Ilderim. Yang nanti pada akhirnya, dialah yang menyelamatkan Judah Ben-Hur dari semua hukuman dan tuduhan dari Kaum Roma.



***

Film ini sebenarnya adalah film yang dapat mengacak mindset kita terhadap kaum Yahudi. Yang saya tau sebelumnya, Yahudi adalah kaum yang memang diciptakan sebagai manusia paling cerdas di muka bumi. Namun keberadaannya selalu menimbulkan kontra. Selain Yahudi, agama lain pun juga diangkat di satu film ini secara tidak langsung, contohnya agama Nasrani, Romawi Kuno dan Muslim.

Di film ini diceritakan Yesus datang menghampiri Judah yang digiring oleh pasukan Roma menuju pelabuhan dengan kondisi dipasung dan dirantai. Dengan kebaikan hati seorang Yesus, Judah mendapatkan seteguk dua teguk air di tengah perjalanannya dari seorang Yesus. Selain itu, Messala Severus dari awal juga diceritakan adalah hamba Titan dari Romawi Kuno yang masih mempercayai adanya dewa dewi sebagai Tuhannya. Ada juga seorang Sheikh Ilderim dari Arab yang kemungkinan besar adalah seorang Muslim, yang membantu Judah dapat mengembalikan nama baiknya.


Kenapa saya bilang film ini dapat mengacak mindset kita? Karna di sini disisipkan adanya Yesus, bukankah Judah ini adalah Judas, murid Yesus yang berkhianat? Judah dan Judas ini memiliki arti nama yang sama. Tapi entah di film ini dimaksudkan bagaimana. Judah sang Yahudi ini diceritakan sangat baik dan tidaklah kejam. Membuat iba bagi hati para penontonnya.

Di luar itu, film remake 1959 ini patut mendapatkan perhatian bagi penikmat film. Pelajaran-pelajaran hidup di dalamnya dikemas baik dengan mengurangi scene yang sekiranya bisa mengadu domba umat manusia di dunia nyata. Pesan moral yang diucapkan oleh setiap karakternya juga dapat diterima dan melekat baik. Saya sebagai pecinta kuda juga sangat menikmati tampilan kuda-kuda gagah berlarian mengibarkan ekornya dan rambutnya yang diterpa angin. Sungguh kuda-kuda gagah berwarna hitam dan putih adalah seni Tuhan yang menyentuh film ini menjadi percikan dari cerita Judah Ben-Hur.

I told you, Ben-Hur got the charisma!


Friday, October 07, 2016

Weekend Lagi

Foto ini diambil di daerah Amesbury
 
Ternyata benar, lingkungan itu benar berpengaruh dengan kehidupan kita. Lebih ke kebiasaan tentunya. Hari ini entah kenapa kantor saya kondusif sekali suasananya. Tenang. Adem. Dan saya juga baru kosong inbox email. Akhirnya saya memanfaatkan waktu dengan browsing berita, beauty product dan berakhir ke baca blog Mba Alodita.

Hari ini rasanya refresh sekali membaca blog Mba Alo. Content di dalamnya positif sekali, dan cukup menginspirasi perempuan-perempuan masa kini. Dari kebutuhan beauty product, penghitungan keuangan, rasa syukur mengurus anak dan masih banyak sekali. Dan saya jadi terbuka juga untuk banyak hal. Positive vibesnya masuk. Bisa jadi inspirasi banget buat saya pribadi. Contohnya, menjaga keuangan saya, karna saya belum menikah saya bisa menabung untuk kebutuhan keluarga nanti. Ini penting banget sih (thanks Mba Alo sudah sangat menginspirasi!). Contoh lain, review beauty product, ya walopun beauty product ini cocok-cocokan, tapi bisa jadi point penting mencoba product baru.
 
***
 
Selamat berakhir pekan semuanya, semoga bisa menghabiskan akhir pekan dengan orang-orang yang disayangi tanpa takut menghadapi Senin kembali :)

Sunday, September 25, 2016

Hujan Untuk Agus Harimurti Yudhoyono



Hujan hari ini tidak salah. Seakan menunjukkan kesedihan. Mas Agus Harimurti Yudhoyono, yg baru lusa kemarin, kabarnya mampu membuat semua membelalak dan tertegun, mundur dari dunia militer dan berkecimpung dunia politik. Shocked.

Sedih. Padahal saya nggak kenal. Tapi sedih. Saya selalu membayangkan beliau mestinya bisa menjadi Jenderal kelak, berdiri gagah dengan seragamnya, dan pangkat bintang di pundaknya, didampingi Mba Annisa Pohan dimanapun beliau berdinas.
Saya hanya 1 dari jutaan warga di Indonesia, dan adalah salah 1 darinya yg kecewa, bersedih, menyayangkan, dan entah apalagi bahasa yang bisa mengungkapkan perasaan kali ini.

Mas Agus, adalah sosok yang sangat berarti bagi semua prajuritnya. Pasti. Dan beliau adalah sosok panutan bagi dunia militer. Kini, beliau menanggalkan seragamnya. Corak camouflage yang menjadi teman setia melekat tubuhnya, dari ujung rambut hingga kakinya, sejak masa taruna hingga hari kemarin. Kini beliau mesti menyimpan seragam-seragam kebanggaannya di kotak baju, disimpan di ujung lemari. Dan akan menjadi histori bagi Aira dan keturunannya, bahwa Ayahnya pernah mengukir dunia militer menyandang gelar Mayor dengan kharisma dan kecerdasan luar biasa.

Menjadi Calon Gubernur DKI 1, dengan tiba-tiba, dengan tanpa jeda, dengan mendadak. Mas Agus, keputusanmu di luar dugaan kami khalayak umum. Dan dibalik itu, pastilah ada alasan yang, mungkin, kami khalayak umum tidak perlu tau. Tujuanmu, mungkin, lebih mulia daripada kekecewaan saya. Visi misimu, mungkin, jauh lebih baik daripada doktrin militer yang kau emban selama ini. Namun, kesedihanku belum juga terhapuskan dengan energi positif atas kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi.

Mas Agus, kau beri alasan demi rakyat dan negara, dan kau rela tinggalkan kariermu. Kau berdalih, demi masyarakat umum dibanding ego diri sendiri. Tapi, yakinkah kau dengan langkah ini? Berapa banyak air mata yang kau habiskan tiap malam, akhir-akhir ini? Bersedih di tengah kebimbangan yang, mungkin, tak sepenuhnya kau yakini.

Mulia, begitu aku sampaikan. Jika benar itu tujuanmu. Tapi, dengan pesaingmu di festival pemilihan Cagub ini, berapa suara yakin di tanganmu? Sejauh mana kau percayakan rakyatmu untuk memilihmu? Sekuat apa kau nanti mempertahankan suara mereka?

Sembrono, begitu aku sampaikan. Bagiku ini sangat sembrono. Pernahkah kau bercita-cita meninggalkan TNI di tengah-tengah posisi karirmu yg luar biasa, untuk posisi Gubernur DKI 1? Pasti tidak. Saat kau digembleng, dipapah di dunia Taruna, pernahkah kau bercita-cita merengkuh bintang di pundak? Sudah pasti, sangat kau cita-citakan. Lihat sekarang, kau lupakan itu, mas Agus. Mungkin, jalanmu ikut Cagub DKI 1 ini akan kau teruskan ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Tapi, dengan kau tinggalkan militer, bukankah sama kau meninggalkan prinsipmu? Memang benar, ada beribu-ribu cara untuk melindungi dan membela negara, tapi sudut pandangku tak setuju dengan itu.

Aku tau, suara ini tidak mengubah jalanmu. Semua sudah terjadi. Dan kau yang lebih tau dengan ini semua. Aku hanya orang awam yang bahkan tidak mengenalmu. Aku hanya salah satu yang kecewa, dan sangat bersedih dengan keputusanmu. Mas Agus, lebih matang dalam bertindak, berstrategi dan pengalaman segalanya. Kau yang tau pasti, langkah apa selanjutnya jika terpilih atau pun, tidak terpilih. Perjuanganmu untuk dirimu sendiri, dan untuk keluargamu masih panjang. Aku tau, kau tidak akan menjadi pengangguran begitu kalah saing dalam pemilihan Cagub DKI 1 ini, tapi aku menyayangkan karirmu, yang kau jaga setiap detiknya sampai hari kemarin. Tapi, sudahlah...... Toh, lingkunganmu tak jauh juga dari dunia politik, otakmu juga sudah tercetak menjadi strategy maker, leader, dan tentunya father.

Selamat berjuang, Mas Agus Harimurti Yudhoyono dan Mba Annisa Pohan. Aku mungkin tidak menyebut nama kalian di setiap doaku, namun aku semogakan, semua tidak sia-sia. And miracle happens to everyone who believes :) Selamat berjuang, kebanggaan bangsa 🇮🇩

(Wrote on Sept 24th, 2016 and posted Sept 25th, 2016. Picture taken by his IG.)

Monday, September 12, 2016

Mas, Aku Rindu

Kita terlalu lama bertahan dengan jarak kilometer yang tidak mudah untuk ditempuh.
Seperti magnet yang saling menjauh sejak ratusan minggu.
Dengan berat hati saling menerima perasaan yang tak lagi utuh kala itu.

Dan tak hanya kini, kapan waktu dulu, kita bernostalgia dengan asyiknya.
Hatiku berdegup, kau harus tau.
Sama seperti masa lampau dulu.
Tak kuasa pula sesal kesalahanku bergelora.

Doaku kadang lalai menyebut namamu.
Tapi rasanya Tuhan sangat tau siapa yang benar terukir pekat dalam hatiku.
Kamu di ujung pengharapku, dan semoga aku selalu dalam penantianmu.
Hingga nanti Tuhan berikan waktu yang tepat saat kita saling pulang ke rumah yang disebut KITA.

Menuju satu dekade untuk selamanya ya, mas ❤️

Tuesday, July 12, 2016

Random Thought

Jika berpindah hati benar mudah, apa guna lara hati?
Kadang bertanya-tanya tanpa jawaban adalah jalan yang dipilih.
Namun adalah bodoh ketika melakukan apa-apa saja tidak, tapi suatu saat menyesali.

(Part 1)

Thursday, June 23, 2016

What is Sexy?


I'm that typical, yang selalu lebih suka ngobrol langsung dibanding sekedar komunikasi dunia maya.
Namanya juga dunia maya, semu. And the one who can talk to me from morning to morning in 24/7 is the best man alive!! Really, I'm sure
You know, that build a chemistry is not easy, which kita mesti ngobrol basa-basi dengan orang yang sama sekali nggak 'click'. Beda ketika kita ketemu dengan orang yang bisa ngobrol sampe berbusa karena sudah ada chemistry. Dari obrolan yang penting sampe becanda-becanda, yang mostly only we both know it.
*Hayyooo ada yang gitu juga nggak?*
 
That's why, the real sexiness is conversation. What is sexy? The real conversation.