Kamu menemukanku dengan sebuah nama
Di ruang waktu yang tak disangka
Dengan senyuman yang kutawarkan
Dan suaramu tanpa cela
Aku menemukanmu dari tangkapan mata
Di takdir yang entah digariskan Tuhan
Dengan sedikit pujianmu
Dan tatapanku yang kau mau
Detak jantung pun menghasilkan senyawa
Satu senyawa yang menjadi rahasia
Bahkan Tuhan pun ikut menjaga
Namanya cinta, penciptanya adalah kita
Hari menjadi waktu yang tak lagi kita hitung
Bulan tak jadi lagi hal yang terdengar berat
Tahun mungkin nanti kita jajaki
Abad adalah impian kita menjaga cinta
Berabad-abad hingga selamanya
Selama itulah kita melihat hal yang sama
Dan selama itu pula kita bermain peran.
Sunday, February 10, 2013
Monday, January 14, 2013
Celah Cerita Hidupmu
Awalnya menjadi hal yang lucu, ketika aku lupa di mana meletakkan sesuatu.
Hingga akhirnya menjadi bencana, ketika sekedar mengingat namamu saja aku tidak mampu.
Yang awalnya hanya lelucon, lambat laun menjadi hal yang sangat sensitif. Bukan maksudku meninggalkanmu begitu saja. Tapi sungguh kadang aku lupa keberadaanmu. Dan begitu sakitnya aku ketika mengingat aku memilikimu.
Dari rintihan hujan yang mewakili tangisku, aku menyampaikan salam cintaku. Dan dari sinar mentari pagi yang hangat, aku menyampaikan pelukanku. Meski dari jarak ujung dunia ke titik pelosok sekalipun.
Nanti akan ada saatnya kamu berterima kasih padaku karna telah kuanjurkan untuk tinggalkan aku. Akan ada hawa yang mampu menemani kehidupanmu. Dan akan selalu ada aku di celah cerita hidupmu.
Aku yang melupakanmu, mencintaimu sepenuh hati.
Hingga akhirnya menjadi bencana, ketika sekedar mengingat namamu saja aku tidak mampu.
Yang awalnya hanya lelucon, lambat laun menjadi hal yang sangat sensitif. Bukan maksudku meninggalkanmu begitu saja. Tapi sungguh kadang aku lupa keberadaanmu. Dan begitu sakitnya aku ketika mengingat aku memilikimu.
Dari rintihan hujan yang mewakili tangisku, aku menyampaikan salam cintaku. Dan dari sinar mentari pagi yang hangat, aku menyampaikan pelukanku. Meski dari jarak ujung dunia ke titik pelosok sekalipun.
Nanti akan ada saatnya kamu berterima kasih padaku karna telah kuanjurkan untuk tinggalkan aku. Akan ada hawa yang mampu menemani kehidupanmu. Dan akan selalu ada aku di celah cerita hidupmu.
Aku yang melupakanmu, mencintaimu sepenuh hati.
Friday, January 11, 2013
Cinta Itu Lara
Sepenggal cerita, sejengkal masa
Memainkan alunannya, mengikuti melodinya
Melangkah, memanipulasi jejak
Semu tapi nyata, remuk tapi bahagia
Menahan ego, menyimpan benci
Memunculkan kisah di tengah permukaan
Selangkah dan berlanjut
Menepi, bukan berarti berhenti
Berlari tapi tidak pergi
Menautkan hati tapi tidak memiliki
Seperti inikah yang kita sebut cinta?
Indah hanya ketika melupakan sementara
Cinta
Cinta itu lara
Tidak terkendali, liar dan tajam
Namun tetaplah ada.
:)
Memainkan alunannya, mengikuti melodinya
Melangkah, memanipulasi jejak
Semu tapi nyata, remuk tapi bahagia
Menahan ego, menyimpan benci
Memunculkan kisah di tengah permukaan
Selangkah dan berlanjut
Menepi, bukan berarti berhenti
Berlari tapi tidak pergi
Menautkan hati tapi tidak memiliki
Seperti inikah yang kita sebut cinta?
Indah hanya ketika melupakan sementara
Cinta
Cinta itu lara
Tidak terkendali, liar dan tajam
Namun tetaplah ada.
:)
Tuesday, December 11, 2012
Its Too Hot to Hang Out
Hollaaaa~ I'm back back back.
:)
Its been looooooooong time, dan akhirnya ngebuka blog lagi. Angan-angannya sih ngeblognya bisa oke terus, photonya juga kaga kadang ada kadang enggak. Sayangnya sih, I lost my partner, partner for everycrime I wanna do. *Come back to me, soon, Key!*
Well, sebenernya banyak hal sih yang mau dishare. Tapi, keterbatasan mood buat ngetik, lagi-lagi jadi penghalangnya. Siang tadi lagi panas-panasnya Solo. Maunya ya mager, duduk manis as The Queen like he always treats, baca novel, nyruput greentea latte, disuapin cake apapun. Kapan duit buat kawin ngumpul kalo kaga ada yang kerja? Hahaa :DD
Hmmmmmmm, kali ini mau sharenya tentang 'Hubungan Serius' ah, biar keliatan mature. Hubungan serius yg dimaksud pastinya ya yang mengarah ke bahtera pernikahan ya, bukan sekedar pelaminannya aja. Yang sekarang lagi ngalamin hubungan serius pasti udah ongkang-ongkang lega nunggu hari kawin dateng aja. Tinggal mikir mau gimana setelah kawin. Nah yang belum? Ngiler aja udah syukur deh.
Di antara kalian ada yang ngidam nikah muda? Ah pasti banyak. Saya juga kok. Bagi saya nikah muda itu bukan sekedar kegatelan nikah ato dikawinin laki ya! Nikah itu sakral, komitmen sampai mati. Dan nggak semua orang cukup mampu buat memutuskan untuk menikah muda. Nyatanya, banyak kan tuh yg udah umur hampir bahkan sudah kepala 4 belum juga nikah. Nggak usah jauh-jauh di luar negri lah, bahas aja dulu di negri kita sendiri. Banyak kok kasus begini di ibukota ato lain daerah. Nikah tu bukan gimana kita malem mingguan kemana, ntar mau makan apa, besok mau nonton apa, lusa mau jalan kemana. Nikah tuh, ikatan suci antara pria dan wanita beserta keluarga besar serta masa depannya.
Pada dasarnya, nikah itu butuh cinta nggak sih? Butuh. Butuh agama? Iye. Butuh materi? Butuh juga pastinya. Butuh chemistry? Yoi. Nah, kalo udah dapet keempatnya baru tuh ntar yang lain-lain ngekor di belakang. Contoh; pengertian, respect, setia, rejeki, blablabla. Logic aja sih ya, tama-tama, kalian pada emangnya mau kawin sama orang yang kalian nggak cintai ato mungkin nggak kalian kenal? Enggak lah, you never get high on bed when you having hot love with stranger, kecuali kalian pekerja seks ya or maybe you are a hyper who need sex all the time you want! Sorry sih sebelumnya, tapi di sini kita mikir logic tentang pernikahan, bukan embel-embelnya. Kalo udah saling cinta, ntar ngekor deh kepercayaan, saling menghargai, saling memiliki, saling melengkapi, sampai saling menye-menyean beduaan. Kedua, agama? Tanpa agama, si suami mau ngajarin apa ke anak istrinya, mau mimpin keluarganya kyk penjajah masa? Si istri mau jadi pendamping yang gimana kalo kaga ada pedoman? Si anak bakalan idup berandalan nggak teratur, suka-suka foya-foya nggak punya tata krama gara-gara bapak ibunya nggak beragama? Amit-amit deh. Saya Muslim, saya berhijab dan saya menghargai agama dan kepercayaan lain. Pastilah semua umat beragama dan kepercayaan apapun bakal setuju sama hal itu. Ketiga, abad gini enggak mikir materi? Mati kelaparanlah! Ada ya jaman sekarang makan gratis? Dari dulu sih kalo mau makan ya beli, beli jadi ato beli dari bahan-bahannya kemudian dimasak. Intinya beli, yang namanya beli itu pake uang. Kalo tukeran namanya barter, hidup jaman Flintstone emang? Kalo nggak punya malu ya sono minta-minta, tp mintanya tetep duit kan? Saya sih ambil contoh kecil 'makan' dan ngehubungin sama duit karna makan tu basic dari hidup, nggak makan stamina anjlok. Orang diet juga makan, apalagi yang enggak. Nah, apalagi buat kebutuhan lainnya, seperti baju, rumah, transport, belum ntar sekolahin anak, biaya hidup anak pula. Wuih melebarlah pokonya. Gimana dapetin duit? Kerja halal. Apa aja penting halal. Mampunya nguli yaudah nguli daripada jual diri. Ya kan? Trakhir nih, chemistry. Nah, kenapa chemistry? Hmmmm, pada pernah nggak sih, ngrasain sayang ato cinta tapi ngga dapet chemistry nya? Cinta-cintaan kali ya jadinya. Nggak ada chemistry ya nggak ada hati dan pikiran yang berkaitan, saling menerima dan melengkapi. Adanya cuma cinta, cinta, cinta dan cinta. Bosenin.
Di umur muda dan berkomitmen buat nikah, adalah langkah besar yg cukup berani, dewasa dan menantang. Nikah muda, brarti waktu untuk hidup sama pasangan lebih lama dibanding orang-orang lain. Dimana pasti kedewasaan masing-masing dipertaruhkan lebih awal. Umur boleh muda, tapi mikirnya udah bisa diandelin ya siapa takut. Orang yang masih muda cenderung punya obsesi yang besar, obsesi untuk sukses, obsesi untuk bahagia, obsesi untuk segala macam. Buat nyatuin obsesi antara dua anak manusia ini kadang nggak bisa sejalan. Sebisa mungkin sih, menekan ego dan mengesampingkan amarah aja, itu kuncinya. Harusnya saya nggak ngomong begini, karna saya aja belum nikah meski saya selalu senang dengan kabar nikah mudanya temen sebaya. Meski sedikit ngiri juga tapi apa daya jodoh belum nemuin saya, yaudah sih nunggu aja sambil perbaik diri :D
Jadi, kapan kalian cukup tangguh untuk memulai babak baru? :)
Good night, Gold ❤
:)
Its been looooooooong time, dan akhirnya ngebuka blog lagi. Angan-angannya sih ngeblognya bisa oke terus, photonya juga kaga kadang ada kadang enggak. Sayangnya sih, I lost my partner, partner for everycrime I wanna do. *Come back to me, soon, Key!*
Well, sebenernya banyak hal sih yang mau dishare. Tapi, keterbatasan mood buat ngetik, lagi-lagi jadi penghalangnya. Siang tadi lagi panas-panasnya Solo. Maunya ya mager, duduk manis as The Queen like he always treats, baca novel, nyruput greentea latte, disuapin cake apapun. Kapan duit buat kawin ngumpul kalo kaga ada yang kerja? Hahaa :DD
Hmmmmmmm, kali ini mau sharenya tentang 'Hubungan Serius' ah, biar keliatan mature. Hubungan serius yg dimaksud pastinya ya yang mengarah ke bahtera pernikahan ya, bukan sekedar pelaminannya aja. Yang sekarang lagi ngalamin hubungan serius pasti udah ongkang-ongkang lega nunggu hari kawin dateng aja. Tinggal mikir mau gimana setelah kawin. Nah yang belum? Ngiler aja udah syukur deh.
Di antara kalian ada yang ngidam nikah muda? Ah pasti banyak. Saya juga kok. Bagi saya nikah muda itu bukan sekedar kegatelan nikah ato dikawinin laki ya! Nikah itu sakral, komitmen sampai mati. Dan nggak semua orang cukup mampu buat memutuskan untuk menikah muda. Nyatanya, banyak kan tuh yg udah umur hampir bahkan sudah kepala 4 belum juga nikah. Nggak usah jauh-jauh di luar negri lah, bahas aja dulu di negri kita sendiri. Banyak kok kasus begini di ibukota ato lain daerah. Nikah tu bukan gimana kita malem mingguan kemana, ntar mau makan apa, besok mau nonton apa, lusa mau jalan kemana. Nikah tuh, ikatan suci antara pria dan wanita beserta keluarga besar serta masa depannya.
Pada dasarnya, nikah itu butuh cinta nggak sih? Butuh. Butuh agama? Iye. Butuh materi? Butuh juga pastinya. Butuh chemistry? Yoi. Nah, kalo udah dapet keempatnya baru tuh ntar yang lain-lain ngekor di belakang. Contoh; pengertian, respect, setia, rejeki, blablabla. Logic aja sih ya, tama-tama, kalian pada emangnya mau kawin sama orang yang kalian nggak cintai ato mungkin nggak kalian kenal? Enggak lah, you never get high on bed when you having hot love with stranger, kecuali kalian pekerja seks ya or maybe you are a hyper who need sex all the time you want! Sorry sih sebelumnya, tapi di sini kita mikir logic tentang pernikahan, bukan embel-embelnya. Kalo udah saling cinta, ntar ngekor deh kepercayaan, saling menghargai, saling memiliki, saling melengkapi, sampai saling menye-menyean beduaan. Kedua, agama? Tanpa agama, si suami mau ngajarin apa ke anak istrinya, mau mimpin keluarganya kyk penjajah masa? Si istri mau jadi pendamping yang gimana kalo kaga ada pedoman? Si anak bakalan idup berandalan nggak teratur, suka-suka foya-foya nggak punya tata krama gara-gara bapak ibunya nggak beragama? Amit-amit deh. Saya Muslim, saya berhijab dan saya menghargai agama dan kepercayaan lain. Pastilah semua umat beragama dan kepercayaan apapun bakal setuju sama hal itu. Ketiga, abad gini enggak mikir materi? Mati kelaparanlah! Ada ya jaman sekarang makan gratis? Dari dulu sih kalo mau makan ya beli, beli jadi ato beli dari bahan-bahannya kemudian dimasak. Intinya beli, yang namanya beli itu pake uang. Kalo tukeran namanya barter, hidup jaman Flintstone emang? Kalo nggak punya malu ya sono minta-minta, tp mintanya tetep duit kan? Saya sih ambil contoh kecil 'makan' dan ngehubungin sama duit karna makan tu basic dari hidup, nggak makan stamina anjlok. Orang diet juga makan, apalagi yang enggak. Nah, apalagi buat kebutuhan lainnya, seperti baju, rumah, transport, belum ntar sekolahin anak, biaya hidup anak pula. Wuih melebarlah pokonya. Gimana dapetin duit? Kerja halal. Apa aja penting halal. Mampunya nguli yaudah nguli daripada jual diri. Ya kan? Trakhir nih, chemistry. Nah, kenapa chemistry? Hmmmm, pada pernah nggak sih, ngrasain sayang ato cinta tapi ngga dapet chemistry nya? Cinta-cintaan kali ya jadinya. Nggak ada chemistry ya nggak ada hati dan pikiran yang berkaitan, saling menerima dan melengkapi. Adanya cuma cinta, cinta, cinta dan cinta. Bosenin.
Di umur muda dan berkomitmen buat nikah, adalah langkah besar yg cukup berani, dewasa dan menantang. Nikah muda, brarti waktu untuk hidup sama pasangan lebih lama dibanding orang-orang lain. Dimana pasti kedewasaan masing-masing dipertaruhkan lebih awal. Umur boleh muda, tapi mikirnya udah bisa diandelin ya siapa takut. Orang yang masih muda cenderung punya obsesi yang besar, obsesi untuk sukses, obsesi untuk bahagia, obsesi untuk segala macam. Buat nyatuin obsesi antara dua anak manusia ini kadang nggak bisa sejalan. Sebisa mungkin sih, menekan ego dan mengesampingkan amarah aja, itu kuncinya. Harusnya saya nggak ngomong begini, karna saya aja belum nikah meski saya selalu senang dengan kabar nikah mudanya temen sebaya. Meski sedikit ngiri juga tapi apa daya jodoh belum nemuin saya, yaudah sih nunggu aja sambil perbaik diri :D
Jadi, kapan kalian cukup tangguh untuk memulai babak baru? :)
Good night, Gold ❤
Friday, October 05, 2012
INTODUCE (again!)
Salam,
Goedemiddag iedereen!
This is my second blog. Why do I make blog again? Because all the images on my first blog were corrupt. And I was too lazy to fix them. :D
Anyway, I think I'll also use Bahasa here. So my friends who can't understand bout my next posts, I really sorry. But don't worry dear :D I'll often post much images.
Oh, I have to go. I have a date this afternoon.
see you, loves!
Goedemiddag iedereen!
This is my second blog. Why do I make blog again? Because all the images on my first blog were corrupt. And I was too lazy to fix them. :D
Anyway, I think I'll also use Bahasa here. So my friends who can't understand bout my next posts, I really sorry. But don't worry dear :D I'll often post much images.
Oh, I have to go. I have a date this afternoon.
see you, loves!
Subscribe to:
Posts (Atom)

