Bagi mereka yang menanti kabar dari pencuri hatinya
Adalah hal menyiksa setiap hisapan nafas
Menyesakkan dada
Menekan syaraf
Bagi kita yang menanti kekasih datang
Adalah hal mendebarkan setiap detiknya
Mencabik rongga
Meluapkan rasa
Meski hanya satu kata
"Aku sudah pulang"
Rasa leganya luar biasa
Mampu menarik garis senyum di bibirnya
Meski jutaan detik dalam ketukan
Menunggu waktu dalam hitungan
Hingga akhirnya akan berjumpa
Mampu memacu rindu dari tubuhnya
Oh...
Betapa mencintai itu menyiksa
Mencinta dan dicinta itu menyiksa
Takut, khawatir dan curiga
Takut akan kehilangan
Khawatir akan ditinggalkan
Curiga akan permainan
Thursday, August 20, 2015
Monday, August 03, 2015
Monday, July 27, 2015
Nekat atau Tekad?
Terima kasih atas segala kebaikan dan kerendahan hati. Terima kasih atas kasih sayang dan sentuhan yang membuatku lebih berarti. Terima kasih atas kesadaranmu ketika aku jatuh tanpa mengucap sepatah katapun.
Kau kuatkan aku dengan semampumu. Kau tabahkan aku dengan keterbatasanmu. Meski aku bersikukuh berkata aku mampu, kau tetap menerima aku yang rapuh.
Hingga kapan kita akan berjalan di tengah rimba, mencari ujung jalan yang menjadi tujuan. Hingga kapan kau yakin pada dirimu atas usahamu. Dan hingga kapan hatimu akan terus berdegup di sekelilingku.
Kosong. Itu yang kau katakan. Ya, akan akui dengan lantang pada secoret tulisan bahwa aku menatap kosong. Bahwa pundak ini sedang lelah menopang titah. Bahwa tubuh ini bisa kapan saja pasrah.
Tapi, aku tidak mau. Dan kau tau betul itu. Betapa keras kepalanya aku, melawan kegagalan dan ketidakpastian, melawan batas-batas kemampuan. Betapa nekatnya aku, menapaki jalan yang terjal, dengan kau yang hanya ada di dalam dimensi doa.
Mata. Mata ini tidak cukup kuat menipu penilaianmu. Mata ini tidak mampu menipu. Seperti kerlingan, tiap detiknya kita membuat kenangan. Kenangan yang menjadi historical. Dan berharap segalanya kekal tanpa harus ada yang tercekal.
Hati. Satu hal yang pasti tanpa ada basa basi. Dan bodohnya, aku tidak bisa membenci. Meski laranya berkali-kali. Titik terkecilku mengatakan, kau bisa dipercaya. Aura negatifku mencela, kau tidak pantas aku cinta.
Lalu, aku harus bagaimana?
Monday, June 08, 2015
Pengalaman Apply Visa US
Sejak bekerja di bidang event, saya lebih banyak mengurusi trip dan event. Dan trip terdekat ini adalah Star Summit Trip yang terdiri dari Long Trip (Las Vegas) dan Short Trip (Jepang). Awalnya, saya ditugaskan untuk mendampingi seniorku ke Jepang. Dan rekan saya, Rangga, yg berangkat ke Vegas bersama si 'Ibu'. Namun ternyata Visa USA rekanku ini ditolak, jadi mau tidak mau kami bertukar tugas, saya ke Vegas dan Rangga ke Jepang. Option terburuk apabila visa saya ditolak juga, maka saya, Rangga dan senior yang akan ke Jepang. Mengingat jumlah peserta Jepang memang lebih banyak.
Tanggal 21 Mei kemarin adalah jadwal saya untuk interview visa. Tepat pukul 06.00 saya datang ke Embassy, karna saya dapat kloter A yaitu kelompok yg interviewnya jam 7 pagi. Fyi, kalo kalian memang harus interview visa ke Embassy of USA yang terletak di Jl Medan Merdeka ini, mending naik angkutan umum, kalopun bawa kendaraan pribadi, pastikan kalian di drop, bukan repot parkir sendiri, karna di embassy ini tidak ada tempat untuk parkir kendaraan pribadi selain pekerja embassy itu sendiri. Pada hari itu saya memarkirkan mobil di Plaza Indonesia. Jam 06.00 memang terdengar sangat pagi, namun ternyata sesampainya di sana para calon pemilik visa ini sudah antri lumayan panjang. FOR NOTED, jangan lupa untuk membawa semua dokumen yg diminta oleh embassy sebelumnya via email. Pastikan dokumen yang dibawa lengkap. Seperti: akta lahir, jika tidak ada akta lahir bisa diganti dengan ijazah asli, KTP asli, KK asli, KTP asli, rekening 3 bulan sebelum keberangkatan, akta nikah jika sudah menikah, dan lainnya.
Setelah mengantri kurang lebih 40 menit, saya dan beberapa orang dari antrian boleh masuk ke ruangan penitipan. Di ruang ini, seperti biasa, kita melewati xray, begitu juga dengan barang-barang bawaan kita. Perlu diingat, dilarang membawa makanan ataupun minuman apapun. Kita tidak bisa menitipkan makanan di sana. Yang bisa kita titipkan hanya tas, dan alat-alat elektronik seperti laptop dan HP. Kita hanya dibolehkan membawa masuk dokumen yang dibutuhkan saja. Setelah melewati ruang penitipan, kita dipersilahkan masuk ke tahap berikutnya yaitu tahap seleksi dokumen.
Tahap seleksi dokumen ini tempatnya semi outdoor. Kita akan dibantu petugas dengan menyiapkan dokumen yang akan diperiksa nantinya dan diarahkan untuk mengambil nomor antrian. Selama kita menunggu nomor antrian kita dipanggil, kita cukup duduk manis tanpa melakukan apapun *kan HP lagi disita tjuy! Mati gaya sih.* Eh tiba-tiba ada David Naif lagi nunggu dipanggil nomor antriannya juga. Mau ajakin foto juga nggak bisa, kan HPnya disitaaaaaa :( yasudalayaaaaa..
Setelah nomor antrian dipanggil, saya maju ke loker sesuai nomor. Dokumen yang saya bawa dicek oleh petugas di loker. Dan apesnya foto saya diminta untuk diulang. Mereka meminta untuk fotonya lebih menonjolkan tulang pipi. Petugas tersebut memberi waktu hingga pukul 10.00 WIB *waktu itu masih pukul 08.30, jadi saya punya kira-kira 1.5 jam* Langsung deh saya ciao pake Uber ke daerah Sabang. Foto seadanya, jilbab dimundurin dikit dan CLICK! voilaaaa, jadilah foto 5x5 untuk apply visa US. Sampai di embassy, saya langsung masuk dengan membawa surat keterangan dari petugas bahwa saya tidak perlu antri lagi, karna harus mengulang foto saja. Namun, di ruang tahap seleksi dokumen, saya tetap harus ambil nomor antrian. Dan kalian tau? Rombongan yang tadinya masuk bersamaan dengan saya masih ada di situ dan belum juga masuk ke tahap selanjutnya. *Kebayang dong, gimana deg-degan saya saat itu. Udah antrinya lama, disuruh foto ulang, ada apa ini, jangan-jangan visa rejected?*
Beberapa menit setelah itu, nomor antrian saya dipanggil. Dengan membawa foto baru, dokumen saya diterima dan kemudian saya dipersilahkan untuk duduk kembali dengan diberi nomor antrian baru untuk ke tahap berikutnya. Nomor ini untu pergroup. Satu nomor antrian yang sama akan dipakai oleh 5-9 orang dalam satu group. Biasanya kalo mati gaya lagi nunggu kan kita bisa pegang HP kan, buka Path lah, Instagram lah, Twitter lah, Whatsappan lah, Line-an lah, dll. Ini? Baca buku deh akhirnya. *masih baca Anne Frank yang belum beres-beres juga sampe sekarang* Sampe akhirnya 30 menit setelah itu, baru saya dan beberapa orang dipanggil untuk masuk ke ruangan berikutnya.
Ruangan selanjutnya adalah ruang untuk finger scan dan interview. Pertama kita akan dibantu untuk finger scan kesepuluh jari kita. Petugas yang berada di loker finger scan adalah bule-bule yang udah fasih sekali bahasa Indonesia. Setelah tuntas di finger scan, kita akan diminta untuk bergeser tempat di antrian loker interview. Sesuai dengan nomor yang kita dapat dari Tahap Seleksi Dokumen tadi, kita akan dipanggil sesuai urutan. Giliran nomor antrian saya dipanggil, saya maju ke loker interview dan mendapat giliran pertama kali untuk interview. Fyi, yang akan menginterview pun juga bule-bule yang sudah fasih sekali dengan bahasa Indonesia. Beginilah kira-kira yang dipertanyakan hari itu:
X: Nama panjang anda?
H: Helga Anastasia Agusta
X: Kemana anda akan pergi?
H: Las Vegas
X: Dalam rangka apa anda pergi ke Las Vegas?
H: Saya sebagai pendamping atau tim organizer untuk peserta qualifier dari Bancassurance Concultant AIA Financial.
X: AIA Financial? Asuransi bukan?
H: Iya, betul asuransi.
X: Jadi anda bekerja di AIA ya?
H: Iya betul.
X: Sudah berkeluarga?
H: Belum, semoga secepatnya.
X: Hahahahaa.. belum punya anak dong ya?
H: *hening* Hehehehe... *menurut ngana ini Amerikaaaa?* Belum sih..
X: Baiklah, your visa is approved. Selamat jalan dan bersenang-senang.
H: Terima kasih.
Begitulah ceritanya saya mendapatkan kertas putih tanda diterimanya visa US saya. Kira-kira seperti itu untuk pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pada saat interview. Kalopun ada orang-orang yang ditolak even dengan pertanyaan dan jawaban yang kurang lebih sama, kemungkinan mereka menggunakan sistem random choice. Karna, ada satu aplikator yang bersamaan dengan saya, dia cewe cantik, rapih dan terlihat smart sekali. Bahkan dari penampilan sama sekali tidak terlihat idabul (idaman bule), tapi ternyata visanya ditolak. Cewe ini keluar dengan kertas warna pink kemerah-merahan yang tandanya visanya ditolak.
Sayang, di update ini saya tidak bisa share foto-foto yang ada di dalam embassy. Termasuk pada saat saya di tengah antrian di luar gedung. Semuanya berlangsung ketat dari awal. Foto-foto selfie sudah pasti ditegur oleh petugas yang berjaga di depan. Karena pada saat antrian ada seorang ibu-ibu yang mengambil foto, langsung dapat teguran dari petugas dan langsung diminta untuk menghapus foto itu.
Dan bagi temen-temen yang akan membuat visa US, good luck ya! :)
Sunday, May 03, 2015
Random Thoughts
This is another random thoughts that I haven't got any answer yet.
How to make a deal between heart and mind?
How to love someone with right ways without torture yourself?
How to face the truth?
Is it wrong if you love someone that much?
Is it wrong if you expect a lot?
Is it wrong if you're in one relationship which not easy like teenagers'?
Is every love story bullshit?
Does marriage scare everyone?
Friday, January 02, 2015
Selamat pagi, Jakarta!
Selamat pagi, Jakarta.
Selamat pagi kota penuh berita. Kota yang tidak pernah memejamkan mata, kota yang menyesakkan dada. Tidak pernah sekalipun aku membencimu. Namun, tidak pula menjadi kota tercintaku. Hanya sering aku merindu dengan segala peluh terengkuh.
Berita tersebar dengan cepat di kala matahari malu-malu memamerkan kehangatan. Cerita terurai dengan tiap lembar media yang tertuliskan. Setiap warganya berlomba-lomba bangun pagi, menyapa embun subuh. Beberapa terbangun karna sapaan mentari, menyambut hari dengan perasaan yang jenuh.
Aku sempat mulai tidak menikmati hari-hari yang kau suguhkan. Meski pasti aku akan sangat merindukan. Bukan pula jenuhku menjadi alasan, tidak pula ada kebosanan, bahkan jika kau sebut aku kesepian, bagaimana bisa aku merasakan kesepian apabila aku berkarib dengan kesendirian. Namun hari ini banyak orang berkata membuka halaman setelah semalam merayakan tahun baruan.
Apalah arti tahun baru jika hari masih tetap Senin sampai Minggu. Apalah arti resolusi ketika kita bisa menatanya setiap hari. Tahun baru hanya berbeda pada satu angka selama 365 hari. Sedangkan hari ke hari akan berganti tanggal, setiap 24 jam sekali. Oh, manusia... seringkali melupakan hari kemarin dengan mudahnya, namun selalu sok mengingat segala kesalahan selama setahun sebelumnya. Bahkan dalam hitungan jam, melenyapkan kesalahan seperti mata kita terpejam.
Jakarta, apa lagi yang akan kau perlihatkan, apa lagi yang ingin kau suguhkan? Gemerlapan malam yang tidak mengenal kasihan? Aku selalu menantikan kejutan.
Friday, December 19, 2014
Whoossah!!
Jadi, setelah sekian lama vacuum dari dunia perbloggingan yang sempat sendu malu-malu(in) itu, akhirnya saya kembali lagi menulis tepat di akhir tahun 2014 yang menakjubkan ini. Sebenarnya niat hati mau nulis udah menumpuk berhelai-helai dalam draft blog, namun tak satupun yang terselesaikan apalagi sampai di post. Yah, namanya juga moodswinger, she can swing her mood everytime she wants. Anyway, saya pernah memiliki pembaca setia blog ini mulai dari awal tahun ini. But, I'm not really sure that he still belong to it, maybe sometimes he checks this blog, but maybe he doesn't. Time changes everything, aight? *Hello, you there!*
Nah, where have you been, Helga?
Hahahaa cliche question, complicated answer. Saya pergi berlibur, party harder, menikmati malam dan akhir pekan, berutinitas setiap weekdays, melakukan hal-hal tak terduga, menuruti kata hati untuk menekati banyak hal, dan bertindak sesuai logika dengan diekori hati yang menggebu-gebu. Bingung? Mau dijelasin di sini juga nggak akan kebaca yang ada, orang akan bosan pastinya melihat tulisan yang banyak dan terlalu pribadi.
Saya menyempatkan diri berlibur ke Belitung dan alhamdulillah diberi kesempatan liburan gratis dengan teman-teman sekantor dalam acara Employee Gathering ke Bali. Seneng? Seneng dong, tapi di luar itu ada hal-hal lain yang sebenarnya menjadi alasan saya untuk bahagia. :D *cengar-cengir, senyam-senyum, cekikikan*
Kemana aja ke Belitung?
Ke Vihara, pantai, pantai, pantai, dan Museum Kata. Museum Kata yang terkenal karna Laskar Pelangi itu keren sih. Asli! Sayangnya saya dan rombongan datang terlalu sore, jadi waktu mampirnya tidak terlalu lama. Saya sengaja tidak akan bercerita secara detail destinasi saya kemarin, karena sudah banyak sekali blogger-blogger lain yang mengulas liburan paket tour ke Belitung. It would be the same story. Belitung bukan daerah yang besar sehingga tujuan wisatanya dipastikan kurang lebih, sama.
Ke Bali seru tuh, kemana aja?
Hal ini juga 11-12 akan hampir sama dengan cerita-cerita blogger lain yang berlibur dengan tour agent atau dengan rombongan sekantornya. Saya tidak sempat berkunjung ke tempat-tempat yang sekarang lagi hits diperbincangkan orang-orang seantero jagad raya tentang Bali. Karena jadwal perjalanan sudah ditetapkan, adapun jam bebas, itu sangat terbatas, sehingga tidak mungkin mengambil risiko berjalan-jalan jauh dari hotel. Beberapa hari setelah dari Bali, saya kembali lagi ke Bali, dan itu lebih singkat lagi. Datang malam, dan balik malam besoknya. Kemana? Nggak kemana-mana, ngabur :b
![]() |
| Pandawa Beach. Ki-ka: Mamanda, saya, Tante Rara, Uwak Liza |
![]() |
| Garudha Wisnu Kencana. Ki-ka: Mba Chum, Mamanda, dan saya |
![]() |
| Tapak Siring. Ki-ka: Mba Chum, Tante Rara, Mba Emil, Opung, Mamanda, dan saya |
![]() |
| Anak-anak bebek di kamar si Opung :b |
Desember ini seharusnya saya bisa ke Ambon, (Oraaaaaaaa Beaaaaach!) dan Lombok tapi sayang, saya terlambat mengambil cuti, karena teman saya yang juga akan ke sana terlalu dadakan mereschedule perjalanan. Setidaknya yaaaaa, tahun ini saya sudah ada beberapa kali liburan.
Tahun depan kemana?
Hmmmmm... Nggak kerasa kan tahun baru udah di depan mata. Tahun depan kemana yaaaa? Gunung seru sih. tapi saya kan lagi membuntal sekali, takut naik gunung nggak kuat dan yang ada malah gelundungan kan :( Secara ya, saya bukan orang yang selalu beresolusi tiap tahun, jadi ya tidak ada target tahun depan mau kemana. Keinginan untuk kemana sih ada, tapi ya belum tentu nanti jadinya saya ke sana.
Trus trus, tahun 2014 seru deh, dari yang super bahagia, mewek-mewek, eh mulai seneng lagi :)) *mjawwww*
Subscribe to:
Posts (Atom)








