Sunday, July 21, 2013

That Snail is Fast!

Hello peeps!
How was your saturday night? Good? Bad? Whatever, I hope your satnight was great as mine! 

I spent my satnight with my brother, as usual, watched movies in a rush. Turbo and The Conjuring, which one I prefer? Are you kidding me? The Conjuring was much better than Turbo! But I won't share any review about that. Just in case, if Bathsheba doesn't like my review. Eeerrrrr~ okay maybe later!

Kalo boleh jujur The Conjuring ini biadab banget ngagetinnya. Porsinya nggak selebay film-film horor belakangan. Kalo aku dan adekku sebut buat film-film horor dan semacamnya itu, film capek. Capek tegang sama nunggu setan-setan cantiknya nongol. --"

Okay, lets back to "That Snail is Fast"
Reviewnya dalam bahasa Indonesia, capek ngemeng enggres terus, ntar buat ngemeng sama bule-bule aja.



TURBO
[☆]


Poster ini kupilih gara-gara muka tengilnya si Theo :D


Seperti yang kita tau dari poster, trailer dan review-review yang sudan beredar, film ini bercerita tentang siput siput dan siput. Turbo sebelumnya dikenal dengan nama Theo di perkumpulan siput kebun di daerah pinggiran kota LA. Dia tinggal bersama kakaknya, Chet. Pekerjaan siput-siput itu memanen tomat yang mereka pun sama sekali bukan yang menanam. Siput pinter juga ya di cerita itu, tomat busuk dibuang, tomat segar dimakan. Trus, kenapa si empunya nggak sadar kalo tomatnya ilang sAatu persatu ya? Hihihihiii.. just asking. Theo berbeda dengan siput-siput lainnya. Siput lain boleh terima takdirnya yang lambat dan selalu berhati-hati, tapi tidak dengan Theo. Dia mengidolakan Guy Gagne seorang pembalap yang sudah 5 kali berturut-turut memenangkan Indianapolis 500. Pada intinya Theo terobsesi dengan kecepatan. 

Suatu hari, karena satu kejadian, si Theo ini mengalami kecelakaan aneh yang kemudian mengubah dirinya. DNA Theo tanpa sengaja tercampur dengan dinitrogen oksida. Bukannya cacat atau mati tapi Theo malah mendapat semacam anugerah untuk bisa berlari sangat cepat.

Dari situlah, petualangannya dimulai, dia bertemu dengan seseorang penjual Tacos bernama Tito beserta para pemilik toko mal berbaris yang usang. Selain itu Theo juga bertemu siput-siput lain. Mereka siput-siput yang diadu oleh Tito dan para pemilik toko. Ketika Theo menunjukkan aksi kecepatannya pada mereka semua, Tito merasa dia harus melakukan inovasi untuk membuat tacos dan mal berbaris itu menjadi laku dengan memanfaatkan kefenomenalan si Theo.

Theo menunjukkan pada Tito sebuah truk sponsor Guy Gagne, seakan-akan menyuruh Tito untuk membawanya ke Indianapolis 500. Tito pun memahami. Dengan dibantu oleh para pemilik toko mal berbaris dan 'mencuri' uang kakaknya, Angelo, akhirnya Tito membawa Theo ke Indianapolis 500. Awalnya menjadi hal yang kontroversial membawa seekor siput di arena balap, tapi karna kecepatan Theo yang masuk di kualifikasi dan permintaan banyak orang untuk membiarkannya ikut ke arena balap, akhirnya mimpi Theo terwujud. Theo ikut pertandingan balap, menggunakan nama balap "Turbo". Theo mulai terkenal karna ada seorang bocah yg mengunduh test kualifikasinya dan meneriakkan "That Snail is Fast". Namun, malam sebelum pertandingan, Theo menemukan fakta Guy Gagne bukanlah seseorang bisa dijadikan sebagai idola. Malam itupun mentalnya mulai sedikit surut.

Pagi datang, pertandingan menjelang. Theo sudah harus siap dengan pertandingan yang membahayakan dirinya itu. Di tengah-tengah mengadu kecepatan, Theo terserempet tembok batas penonton yang menyebabkan cangkangnya terluka. Dan itu mempengaruhi bagaimana anugerah kecepatannya mulai hilang. Detik-detik mendekati garis finish, terjadi kecelakaan besar di antara pembalap-pembalap termasuk Guy Gagne dan Theo. Guy Gagne yang seorang ambisius tidak mau kalah hanya dengan seekor siput. Guy Gagne melihat Theo bersusah payah merangkak mendekati garis finish, dia pun mulai bangkit menarik mobil balapnya yang sudah rusak parah. Guy Gagne mencoba menginjak Theo, tapi akhirnya...................Theo berhasil. Dia memenangkan pertandingan Indianapolis 500.

Kemenangan Theo mengubah segalanya. Mengubah kehidupan Tito bersaudara dan para pemilik toko mal berbaris. Mengubah paradigma tentang selalu gagalnya seorang underdog dibanding seorang pemenang. Cerita Turbo ini sering kita jumpai di fiksi-fiksi lain. Hanya saja idenya dibungkus dengan cerita mengenai seekor siput. Film ini juga menginspirasi anak-anak untuk tidak putus asa, saat kamu memiliki mimpi, lakukan yang terbaik untuk mewujudkannya. Anugerah yang didapat Theo ini membahasakan campur tangan Tuhan yang diberikan pada kita.

Untuk efek 3D dari film ini cukup bagus, kayaknya emang harusnya prefer 3D aja sih. Tapi minus dari film ini adalah alurnya yang terlalu lama di setiap scene. Untuk kita-kita yang udah bukan anak-anak lagi pasti bisa menebak dengan mudah alur ceritanya, tapi buat anak-anak pasti suka dengan ceritanya, efeknya dan pesan ceritanya. Overall bagus lah rata-rata bintang tiga, tapi kalo aku sih lebih suka Monster University.

Thursday, July 18, 2013

Shihlin Taiwan Street Snacks




PACKAGING
 Gerai ini buka di mall Solo Square baru sekitar semingguan ini. Dari waktu gerai ini belum di buka pun, aku udah tanya ke salah satu temen, apaan sih itu. Dia bilang sih enak, dan alhasil penasaran lah aku. Sampai akhirnya gerai ini di buka, tapi sayangnya lagi puasa dan kalo beli untuk buka pasti udah nggak panas.
Nah, kebetulan hari ini aku lagi halangan, jadi aku memutuskan siang-siang cerah dan panas ini buat nyobain menu dari camilan yang konon katanya berasal dari Taiwan ini. Sekalian ke toko buku di Solo Square, sekalian pula beli itu camilan.
Aku selalu menanyakan menu-menu rekomendasi dan terfavorit di suatu warung/gerai bahkan di restoran sekalipun yang sama sekali aku belum pernah coba di kunjungan pertama. Di situ, si mbak-mbaknya memberiku rekomendasi Happy! Ricebox Set dan XXL Crispy Chicken, tapi karena aku nggak makan nasi jadilah prefer beli Crispy Chicken. Terus si mbaknya tadi kasih pilihan rasa yaitu; rasa BBQ dan original. Sebenernya bukan penggemar rasa BBQ sih, tapi entah kenapa aku tadi lebih memilih rasa BBQ.

XXL CRISPY CHICKEN

SEAFOOD TEMPURA
Selesai memilih XXL Crispy Chicken rasa BBQ, aku penasaran sama gambar yang keliatan di menu, yang awalnya kukira french fries ternyata dia Seafood Tempura. Oke baiklah, akhirnya beli juga Seafood Tempura. Dan ternyata enggak ditawarin pilihan rasa, yang artinya cuma original aja rasanya. Pas mau bayar, mbaknya nanyain lagi, “Mau pake chili ato nggak mba?”, saya sih mau-mau aja kalo yang berbau pedes-pedes.
Camilan ini bisa dibilang bukan camilan sih, karna porsinya yang lumayan banyak. Bisa kali sih buat berdua. Sampe rumah agak bingung ini mau dihabisin semua sendiri gitu? Tapi pelan-pelan juga nggak mau berhenti chewing.




Overall, rasanya lumayan, dari 1-10, nilainya 8 deh. Terutama XXL Crispy Chicken-nya. Ini enaaak, jadi ayamnya udah potongan fillet, digoreng pake lumuran tepung yang nggak ngerti dia pake tepung apa, tapi hasilnya keliatan kayak intip (intip itu makanan khas Solo yang biasanya dibeli untuk oleh-oleh, dibuat dari kerak nasi yang dikeringkan trus digoreng). Jadi XXL Crispy Chicken ini beneran krispi seperti namanya, tapi ayamnya empuk. Rasanya manis dan gurih. Dan untuk Seafood Tempuranya juga enak, dia rasanya lebih ke gurih dari seafood ada harum-harum lada dan tiram yang gurih pas di mulut, teksturnya jelas lebih halus dibanding XXL Crispy Chicken.
Ada yang belum pernah coba dan penasaran juga? Silahkan mencoba di gerai-gerai di kota kalian. Share juga menu dan opini kalian tentang rasanya yaa!

Wednesday, July 17, 2013

Netherlands The Dreamland



"Gapai cita-citamu setinggi langit."
Unforgettable and meaningful sentence since I was child.

Everybody deserves to reach their own dream. Noted, in the right way.

One of my BIG dream is study at Netherlands. Even I had to postponed my journey in this year, this is the time to focus, prepare and make it true on my achievement for next year!


Tell me, whats your dream? I guess, it must be something awesome!

Believe on yourself, you can do it :)

Tuesday, July 16, 2013

Thankfulness.!



This is just a random thought in almost sahur time.

I can't sleep cause really excited to 'reborn' my blog from its long death. I have many many many ideas to write, but too lazy to do. Editing this editing that. Doing this and doing that. And blah, I don't sleep.


Back to the case. Nowadays, I just realized some good things. To be honest, I'm not the type of person who thinks anything for a long time. When I reach something which is my wish list, I'll be happy, only on that time. When I'm hurt, I never put my brain too much on my wound or problem. It makes me to be a less grateful person.


Maybe God just let me think by my self. He warned me sometimes. Suka ngerasa kurang baik, kurang cantik, kurang pandai, kurang tercukupi dan intinya kurang bahagia. Padahal apapun yang aku miliki sekarang, harus harus harus disyukuri. Dari hal kecil sampe hal-hal besar sekalipun. Meskipun bukan menjadi manusia yang ter-, tapi setidaknya aku diberi hidup yang lebih dari untuk disyukuri.


Mintanya ini dapetnya itu, karena (mungkin) Tuhan berkehendak aku dapet yang lebih pantas.
Maunya begini diberinya begitu, karena (mungkin) Tuhan berkehendak hal luar biasa lainnya.
Berencana A-B-C dialihkanNya menjadi X-Y-Z, karena (mungkin) Tuhan berkehendak sesuatu yang di luar logika manusia.



Satu hal yang tidak akan pernah aku sesali adalah lahir menjadi seorang Helga yang memiliki seorang ibu yang sangat-sangat-sangat-sangat tidak akan (boleh) tergantikan.

Terima kasih, Tuhanku Allah SWT :)

Saturday, March 30, 2013

Long Life X-man

Sore ini tiba-tiba keinget kejadian lama. Pasti ada yg pernah ngalamin kejadian ditinggal mantan nikah kan? Saya juga. Dan ini kejadian yg maksa saya buat tampak ikut senang. Hahahaa tapi bukan berarti sore ini saya ingin menye-menyean. Enggak kok, hanya sedikit flashback.

Mungkin emang kami nggak diciptain utk jadi sepasang adam dan hawa, mungkin Tuhan maunya kami jd saudara. Soalnya beberapa kali kejadian setelah putus sama dia dan ada keinginan utk balikan selalu saja salah satu di antara kami punya pacar. Sampe akhirnya dia menikah dan saya putus sama pacar saya waktu itu.


Tanpa beribet ceritanya, jadi hari itu mas mantan ngeBBM kalo mau main ke kota saya, kira-kira satu jam lah perjalanannya. Memang sih sebelum-sebelumnya kami sering ketemu sekedar makan siang. Hari itu tanpa direncana akhirnya kami berdua nonton salah satu film Rihanna. Saya agak lupa kami mampir utk makan ato tidak waktu itu, tapii yg saya ingat, selama di mobil dia, saya nemuin undangan yang ada nama saya. Agak-agak kaget dan sempet bingung mau ngomong apa, meskipun saya tau dia memang akan menikah dengan pacarnya. Dan kalimat yg akhirnya keluar adalah "Ciyeeeee nikah nih, undangan buat aku ini?"


Dia sempat ketawa kecil dan sedikit salah tingkah. Saya cuma nahan sedih dengan senyam-senyum kayak bocah. Dia bilang dia sebenernya mau ngasih undangan itu nanti waktu udah mau pulang.           


Sampai akhirnya di depan rumah, saya tau itu terakhir kalinya saya sedekat itu dengan dia. Itu baru berasa betul sedihnya. Saya tidak bisa menggenggam tangannya lagi seperti waktu itu. Dan hal terakhir sebelum kami benar-benar terpisah, sebelum pintu mobilnya saya buka, dia bilang "Aku nggak dipeluk?" Hahahaa dalam hati saya berkecamuk "Hey, kamu jahat banget, ini hari terakhir ketemu sebelum akhirnya kamu bener-bener nikah dan aku harus memeluk calon pengantin pria?" dan seketika itu aku masa bodoh dengan apapun. Aku memeluk dia eraaaat sekali, aku menahan sakit dan tangis malah tersenyum seakan-akan bahagia. Mengucapkan selamat dan harapan-harapan utk kehidupannya dengan sang calon istri. Saya melepasnya. Melepas pelukan dan melepas kehidupan.         


Selamat tinggal, pastikan kamu bahagia selalu.

Monday, March 11, 2013

Richard Noel Mendez

Hari pernikahanku
Hari ini aku menikah. Luar biasa bahagia. Mimpiku mendampingi pria yang mencintaiku dengan tulus ini, terwujud. Gaun sutra bernuansa gold dan red velvet ini berdampingan dengan jas yang berwarna sama di altar pernikahan. Senyum kami tak henti-hentinya mengembang. Tak jarang juga mata kami saling memandang seolah menyampaikan isi hati kami, aku mencintaimu.
Suamiku. Ya, setelah janji sehidup semati kami ucapkan, sepenuhnya hakku untuk memanggilnya begitu. Dia adalah sosok pria yang mampu mengalihkan segala pandangan mata dan cintaku. Hati ini sudah sepenuhnya miliknya. Dia lebih sering terlihat diam dari ucapannya, tapi tidak dengan pandangan matanya. Dia adalah abdi negara yang membagi hati dan jiwanya untuk negara dan aku. Bukan hal baru ketika aku harus mengalah demi tugasnya. Aku tetap mencintainya.

Satu tahun setelah hari pernikahan kami

Seperti hari-hari kami selama ini, saat matahari menjelang, muncul dengan ditemani embun, aku menyeduh kopi hangat kesukaan suamiku. Disambut dengan pelukan dan kecupannya padaku. Dan bisikan manja yang berhasil meronakan pipiku pagi itu.
"Hey, I know that you love me dear. I do the same. I love you more more more and more." ucapku dalam peluknya. Direbahkanlah aku disampingnya, dipeluk hangat olehnya. Hidupku begitu indah.
"Well honey, how if we going to movie tonight? I really wanna watch a movie with you. Only you and I." aku memohon padanya.
"Sounds good. I think today won't be so busy like yesterday. Tonight, right? 8pm, deal?"
"Deal! Yippiiiiiieeee, I'm going to date tonight! Feel like teenager again. Thank you my prince." aku mengecupnya dan kulihat senyumnya. Sungguh aku tau Tuhan menyayangi kami. Kami sangat bahagia.
"Now, you need to take a bath, or you gonna be late, honey." dan dengan sigap dia berjalan cepat ke kamar mandi, memutar panel shower dan menyiulkan lagu I Will dari The Beatles. Aku masih merebahkan diri, mendengar siulan dan suara air dari shower. Membayangkan kencan kami malam nanti, baju apa yang akan aku kenakan, sepatu dan tas apa yang akan aku pakai. Ah, cepatlah datang, malam.


5pm

"Hey Prince, I love you. We have a date tonight. :)" aku mengirimkan sebuah pesan padanya.
Sembari menunggu waktu jalan kami tiba, aku berbenah diri. Menyetrika pakaian yang akan aku kenakan, menyiapkan clutch bag dan clog heels. Aku merasa muda lagi. Aku merasakan detak jantungku. Deg deg deg deg.


7pm

Suamiku belum juga pulang. Aku menelfon temanku yang kebetulan adalah teman seprofesi suamiku. Dan betul memang kegiatan belum selesai.
Aku sudah berdandan rapi. Menunggu di sofa coklat muda ruang tamu kami. Sambil mendengarkan lantunan lagu dari playlist, aku menunggu suamiku.........hingga tertidur.


11pm

Terdengar suara berisik semacam plastik dan derit pintu. Kubuka mata dan kutegakkan badanku. Memfokuskan pandangan pada seseorang yang bersimpuh dihadapanku, memelukku dan berulang kali mengucap maaf.
Aku tersenyum dan membalas pelukannya "Honey, I dont need any flowers or new dresses or any jewelry or a new car or diamonds. I need your time, only two hours for me. Two hours." kulepas pelukannya, kutersenyum padanya dan berjalan menuju kamar, menanggalkan pakaianku, menghapus make up-ku di meja rias, mencuci mukaku dan kemudian berjalan ke tempat tidur, menarik selimut dan kupejamkan mata. Aku sudah tak bisa menangis karna hal ini. Aku tau suamiku berdiri di pintu melihatku sedari tadi seakan-akan menunjukkan penyesalannya. Aku kecewa, tapi inilah resikonya. Dia abdi negara dan aku pendamping hidupnya.


Tujuh tahun setelah hari itu

"Ibu, aku tidak bisa menghitung dengan baik langkahku dari rumah tadi. Aku terlalu bersemangat berjalan dengan sepatu baruku ini. Maafkan aku." seorang putri cantik berjalan berjinjit di sampingku dengan sepatu hitamnya, menggandengku.
"Memangnya Ibu mewajibkanmu menghitung? Kau hanya perlu menghitungnya untuk mengingat bahwa setiap kau menuju kemari nanti, hitunganmu akan berbeda karna kamu tumbuh, sayang."
Kami pun berhenti di antara sudut taman hijau yang terawat. Di hadapan nisan marmer berwarna putih tulang keemasan terpahat nama dan salam cintaku berwarna red velvet.
"Richard Noel Mendez. I love you in the name of earth and paradise. Our love is everlasting. Your soul and princess. Mendez."
Seperti itulah tulisan yang terpahat. Kekasihku, pergi menunggu kami di surga. Suamiku, sang abdi negara yang gugur dengan meninggalkan kharisma tak terlupakan. Ayah dari putri kami, hanya sempat mengenal 3 tahun tapi sebagian dari jiwa dan raga putriku adalah dirinya.


Jika segala pintaku dikabulkan Tuhan, aku akan memohon kembali pada saat dia hanya sempat di rumah untuk tidur, menyantap masakanku dan menggantikan popok putri kami. Sungguh tak apa bila memang kami tak bisa pergi liburan bahkan hanya membelikan baju putri kami barang hanya dua jam. Aku tetap mencintainya.
Bahkan ketika aku melihat nisannya, aku masih merasakan bagaimana cintanya padaku. Bagaimana setianya aku menunggu.
Tapi Tuhan hanya ingin kami hidup bersama sebagai suami istri untuk 8 tahun. Itu cukup. Surga menantiku, dan kuyakin suamiku menunggu.

Sampai jumpa Richard Noel Mendez. Aku akan sangat merindukan dekapanmu, suara beratmu, siulan pagimu, rayuan manjamu dan segalanya tentang kamu. Aku berjanji hati ini tetap milikmu dan akan kubesarkan putri kita sesuai impian kita.

I love you my Prince. Wait for me.
Your soul.

Sunday, February 10, 2013

Namanya Kita

Kamu menemukanku dengan sebuah nama
Di ruang waktu yang tak disangka
Dengan senyuman yang kutawarkan
Dan suaramu tanpa cela
Aku menemukanmu dari tangkapan mata
Di takdir yang entah digariskan Tuhan
Dengan sedikit pujianmu
Dan tatapanku yang kau mau
Detak jantung pun menghasilkan senyawa
Satu senyawa yang menjadi rahasia
Bahkan Tuhan pun ikut menjaga
Namanya cinta, penciptanya adalah kita
Hari menjadi waktu yang tak lagi kita hitung
Bulan tak jadi lagi hal yang terdengar berat
Tahun mungkin nanti kita jajaki
Abad adalah impian kita menjaga cinta
Berabad-abad hingga selamanya
Selama itulah kita melihat hal yang sama
Dan selama itu pula kita bermain peran.